hari ini gue 'n si mas mau coba-coba kontrol ke bidan david, yang kata adiknya si mas thu pelayannya bagus, sabar, ada periksa USG'nya 'n dll. gue ngajak si mas berangkat dari pulang kerja jam 16.30, tapi si mas bilang qlo dia mau mandi dulu en ma'em dulu, yo wis, nti berangkatnya abis maghrib.
setelah nonton uya emang kuya (en tentunya abis mandi) jam 18.30 gue 'n mas meluncur ke Bidan David, yg letak persisnya di jalan permata, menceng (agak jauh sich dari rumah, tapi biarlah demi si dede). sampe di Bidan David, ngliat tempatnya c meyakinkan, trus gue 'n si mas disambut, wanita setengah baya, prediksi gue sich umur 46-an lah (kayaknya nich org yg namanya Bidan David) trus dia nanya
" mau periksa aja apa sekalian USG..? kebetulan hari ini lg ada dokter "
karena si mas kangen pengen ngliat si dede, yaudah akhirnya sekalian USG aja
" USG juga dhe buu, "
" yaudah, qm dapet no. urut 18, nti balik lagi aja jam 21.30 "
(aiiih, itu mah gue udah ke alam mimpi sama si dede, tp yaudahlah)
sebelum balik ke humz, Akbid periksa tensi and berat badan gue, gue sich gak terlalu ngerti nich, tensi gue 100/60, tau dhe tinggi apa rendah, gue cuma manggut2 sok ngerti aja, trus berat badan gue 53 Kg, aiiih, gw nimbang dikantor cuma 49.7 Kg aaahh, rusak kali nich, perasaan gue gak segendut itu dhe. abis itu qta balik ke humz, gue bilang sama si mas "mas, pengen martabak keju" si mas manggut2, balik ke humz sambil nenteng martabak keju, yang wanginya menggairahkan banget.
sampe humz, gue langsung hajar thu martabak keju, hmmmm yummy, sampe kekenyangan banget, akhirnya gue ngantuk, si mas nyuruh gue bobo dulu nunggu jam 21.30, sementara dia sholat isya dulu.
lagi enak-enaknya maen sama si dede, koq perasaan ada yang ngelus-ngelus pipi gue yach, eh ternyata si mas ngebangunin, katanya udah jam 21.00, yaudah gue bangun. qta langsung meluncur ke Bidan David lagi, sampe sana... alamaaak, rame banget dalam hati "waah kayaknya emang bener neyh pelayanannya bagus" gue duduk nunggu dipanggil, kira-kira 10 menit, nama gue dipanggil juga. gue masuk ke ruangan periksa, dokternya cowo, trus gue disuruh tiduran buat di USG, perut gue dikasih semacam gel, tau dhe gel apaan thu, eh kliatan lho dedenya, si dokter cepet banget neranginnya, "ini kepalanya, ini tangannya, ini badannya, ini detak jantungnya" adduuuh si mas kliatan kepusingan, dia mana ngerti, secara juga dia pengen banget ngliat dedenya dengan jelas, si mas kecewa banget thu kayaknya. gak sampe 3 menit gue udah kluar dari kamar periksa, trus menuju ke meja semacam kasir sich qlo gue "tangkep" mah, ibu-ibu umur 40an lah, dia ambil buku health record gue, trus disitu ada secarik kertas yang ditulis dokter tadi, si ibu ngomong gini " ini ada resep, mau di tebus apa engga..?" whaaatzzzz..... mabok gak ni si ibu...? koq malah nanya gue...., gue en si mas saling berpandangan, lah mana gue en si mas tau, thu fungsi obat apa aja, masa iya qlo racun juga harus gue tebus...? "lah emang itu obat apaan buu"
"ini obipluz, ini inlacta, ini kalsium, mau ditebus semua gak?" whaaaattttzzzzz.....!!!! koq nanya lagi, thu obat penting gak buat kandungan gue, masa iya qlo berbahaya juga harus gue tebus..... akhirnya dengan rasa kesel "yaudah kalsiumnya gak usah, bisa diambil dari tempat kerja mas (puskesmas)"
"jumlahnya Rp. 110.000" si mas langsung bayar, en gue dengan rasa keki langsung cabut dari tempat itu... sepanjang jalan gue gak berhenti2 ngedumel "apaan thu, katanya bagus, JUST PROFIT ORIENTED, mana pelayanannya...????!!! sama sekali gak ditanya keluhan gue bulan ini apaan, atau nasehat2 untuk gue menjalani trisemester kedua ini apa aja...." uuughh asli kesel banget... gak lagi2 dhe gue ke Bidan itu lagi, bukan masalah nominal yang gue keluarin, tapi aduuuh gimana ngejelasinnya yach...? pokoknya gue en si mas kecewa berat malam ini,
sebel. jadi untuk selanjutnya, gue 'en si mas milih ngelanjutin kontrol di Bidan Bella aja, terbukti pelayannnya bagus koq, qlo mau USG, gampang tinggal ke RSUD cengkareng aja, cuma bayar Rp. 40.000 koq, (belum pendaftaran Rp. 35.000 sich) tapi lebih puas, si dokter lebih sabar nerangin mana kepala anak gue dll.
hari ini qlo gak salah sich si dede umur 19 minggu, jadi insya Allah 21 minggu lagi, dede bisa senyum ke gue 'en si mas....
smoga, dede tetep sehat selama dikandungan gue, gak kurang satu apapun, amiiiin Ya Allah....
Kamis, 02 Desember 2010
Senin, 22 November 2010
Surat Sederhana untuk Suamiku
Suamiku, satu bulan sudah berlalu. Masih teringat jelas di dalam memori otakku detik-detik bahagia itu. Detik di mana malaikatpun ikut mendoakan kita. Detik di mana gerbang kebahagiaan akan kita lewati dengan ikatan perjanjian yang kuat. Mahligai akan kita bangun dengan kekuatan cinta. Mahligai yang meski sederhana, namun kokoh dan meneduhkan. Engkau sebagai raja yang arif dan perkasa melindungi dari setiap serangan. Dan aku adalah ratu yang lembut, senantiasa memberi cinta dan kedamaian serta menjaga singgasana kita.
Suamiku, satu bulan kita lalui penuh kebahagiaan. Namun sayang, kita tidak boleh berbangga diri. Jalan di depan kita masih panjang. Satu bulan hanya masa perkenalan, seperti halnya bunga krisan yang beradaptasi di lingkungan barunya.
Satu bulan hanya masa yang singkat, karena sepanjang usia kita pun takkan bisa benar-benar mengenal dua pribadi yang berbeda. Satu bulan hanya titik awal kita memulai perjalanan ini. Ingatlah suamiku, perjalanan kita nantinya tidak selalu semulus yang kita rencanakan. Akan banyak kejutan dari-Nya yang bisa membuat kita tersenyum, tertawa, menangis, bahkan terluka. Namun, jangan sampai gentar suamiku sayang. Tetaplah tegar dan kuat menghadapinya. Karena kita kan selalu bersama, berusaha bersabar dan mengambil hikmah di setiap kejutan itu.
Ingatkah engkau sayangku. Nasehat bijak dari orang tua kita? Beliau tak lebih tinggi pendidikannya dari kita. Namun, mereka telah melalui perjalanan yang panjang. Telah banyak bunga dan duri yang mereka temui. Dan pastinya, mereka lebih banyak mengambil hikmahnya. Maka suamiku, mari kita renungkan nasehat tersebut. Sama-sama kita perbanyak bekal dalam perjalanan panjang kita.
Sayang, aku ingin selalu menjadi bidadari untukmu. Tidak hanya di dunia sekarang, tapi juga sampai ke surga Allah kelak. Maka, tak akan mudah seperti yang ku bayangkan untuk mencapainya. Dinda juga perlu bantuan dan dukunganmu, wahai suamiku. Ingatkanlah dengan tegas setiap kesalahanku namun dengan kelembutanmu. Karena isterimu ini hanyalah tulang rusuk mu yang bengkok. Jangan kau paksakan meluruskannya, karena ia akan patah. Tapi jangan juga kau biarkan karena ia akan selamanya bengkok. Bimbinglah isterimu ini untuk meraih ridho dari mu dan terutama ridho dari Allah.
Ketahuilah suamiku, aku hanyalah manusia biasa yang jauh dari sempurna. Begitu juga dengan dirimu. Aku hanya wanita yang bisa rapuh. Begitu juga engkau hanya lelaki biasa yang bisa menjadi khilaf. Kita hanya pribadi yang mempunyai ego masing-masing. Kita bisa mengajukan semua logika untuk merancang masa depan surga kita. Namun, kita tidak berdaya dengan kuasa-Nya. Hanya kekuatan doa lah yang bisa membantu kita. Hanya kesederhanaan pemikiran kita tentang sabar dan syukur yang bisa menyelamatkan kita.

Jangan pernah takut sayang, jika suatu saat badai datang menerjang kapal kita. Aku kan selalu mendampingimu melawan badai itu. Luruskan arah dan kembangkan layar, aku kan membantumu dengan kompas penunjuk arah yang benar. Tetaplah tabah menghadapinya karena badai itu kan mendewasakan kita hingga nantinya kita sampai ke pulau impian itu. Karena Allah tidak akan menguji kita di luar kesanggupan kita. Yakinlah akan ada terang setelah gelap malam. Kuatkanlah desain kapal kita agar anak-anak kita nantinya tetap aman di dalamnya meski kita menghadapi goncangan. Persiapkanlah untuk mereka pendidikan akhlak yang terbaik sehingga mereka bisa meguhkan perjuangan kita dan menguatkan dengan doa.
Tak banyak lagi kata-kata yang bisa kutuangkan dalam surat ini, suamiku. Karena kata takkan cukup menceritakan tiap hal yang akan kita temui. Hanya sebait puisi kesayanganmu yang bisa kuselipkan di akhir surat ini. ”Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan kata yang tak sempat disampaikan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.” (Sapardi Djoko Damono)
Sekian surat dari ku untukmu suamiku. Kutitipkan doa di dalam surat ini, dan akan kkirim dengan penuh cinta kasih sayang hanya untukmu.
Dari wanita tak sempurna yang sedang belajar menjadi perhiasan dunia untukmu, sebagai isteri sholeha.
Bumi Allah, satu bulan pernikahan kita
Suamiku, satu bulan kita lalui penuh kebahagiaan. Namun sayang, kita tidak boleh berbangga diri. Jalan di depan kita masih panjang. Satu bulan hanya masa perkenalan, seperti halnya bunga krisan yang beradaptasi di lingkungan barunya.
Satu bulan hanya masa yang singkat, karena sepanjang usia kita pun takkan bisa benar-benar mengenal dua pribadi yang berbeda. Satu bulan hanya titik awal kita memulai perjalanan ini. Ingatlah suamiku, perjalanan kita nantinya tidak selalu semulus yang kita rencanakan. Akan banyak kejutan dari-Nya yang bisa membuat kita tersenyum, tertawa, menangis, bahkan terluka. Namun, jangan sampai gentar suamiku sayang. Tetaplah tegar dan kuat menghadapinya. Karena kita kan selalu bersama, berusaha bersabar dan mengambil hikmah di setiap kejutan itu.
Ingatkah engkau sayangku. Nasehat bijak dari orang tua kita? Beliau tak lebih tinggi pendidikannya dari kita. Namun, mereka telah melalui perjalanan yang panjang. Telah banyak bunga dan duri yang mereka temui. Dan pastinya, mereka lebih banyak mengambil hikmahnya. Maka suamiku, mari kita renungkan nasehat tersebut. Sama-sama kita perbanyak bekal dalam perjalanan panjang kita.
Sayang, aku ingin selalu menjadi bidadari untukmu. Tidak hanya di dunia sekarang, tapi juga sampai ke surga Allah kelak. Maka, tak akan mudah seperti yang ku bayangkan untuk mencapainya. Dinda juga perlu bantuan dan dukunganmu, wahai suamiku. Ingatkanlah dengan tegas setiap kesalahanku namun dengan kelembutanmu. Karena isterimu ini hanyalah tulang rusuk mu yang bengkok. Jangan kau paksakan meluruskannya, karena ia akan patah. Tapi jangan juga kau biarkan karena ia akan selamanya bengkok. Bimbinglah isterimu ini untuk meraih ridho dari mu dan terutama ridho dari Allah.
Ketahuilah suamiku, aku hanyalah manusia biasa yang jauh dari sempurna. Begitu juga dengan dirimu. Aku hanya wanita yang bisa rapuh. Begitu juga engkau hanya lelaki biasa yang bisa menjadi khilaf. Kita hanya pribadi yang mempunyai ego masing-masing. Kita bisa mengajukan semua logika untuk merancang masa depan surga kita. Namun, kita tidak berdaya dengan kuasa-Nya. Hanya kekuatan doa lah yang bisa membantu kita. Hanya kesederhanaan pemikiran kita tentang sabar dan syukur yang bisa menyelamatkan kita.

Jangan pernah takut sayang, jika suatu saat badai datang menerjang kapal kita. Aku kan selalu mendampingimu melawan badai itu. Luruskan arah dan kembangkan layar, aku kan membantumu dengan kompas penunjuk arah yang benar. Tetaplah tabah menghadapinya karena badai itu kan mendewasakan kita hingga nantinya kita sampai ke pulau impian itu. Karena Allah tidak akan menguji kita di luar kesanggupan kita. Yakinlah akan ada terang setelah gelap malam. Kuatkanlah desain kapal kita agar anak-anak kita nantinya tetap aman di dalamnya meski kita menghadapi goncangan. Persiapkanlah untuk mereka pendidikan akhlak yang terbaik sehingga mereka bisa meguhkan perjuangan kita dan menguatkan dengan doa.
Tak banyak lagi kata-kata yang bisa kutuangkan dalam surat ini, suamiku. Karena kata takkan cukup menceritakan tiap hal yang akan kita temui. Hanya sebait puisi kesayanganmu yang bisa kuselipkan di akhir surat ini. ”Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan kata yang tak sempat disampaikan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.” (Sapardi Djoko Damono)
Sekian surat dari ku untukmu suamiku. Kutitipkan doa di dalam surat ini, dan akan kkirim dengan penuh cinta kasih sayang hanya untukmu.
Dari wanita tak sempurna yang sedang belajar menjadi perhiasan dunia untukmu, sebagai isteri sholeha.
Bumi Allah, satu bulan pernikahan kita
Kamis, 18 November 2010
Cinta Itu Ada....
Aku tau aku telah salah…,
Bahkan, dengan penuh rasa sadar aku berbuat salah…
Semua orang di sekitarku, puas mencaci dan memaki ku… karena aku salah…
Tapi, entah mengapa…., hatiku berkata itu bukan suatu kesalahan..
Memiliki makhluk hidup yg berdenyut dalam rahimku ini, bukanlah suatu kesalahan…
Apa kamu tau suamiku….?
Aku tidak benar – benar sedih, saat pertama kali mengetahui adanya kehidupan dalam rahimku….. tapi aku sangat bahagia, bahkan lebih bahagia bila dibandingkan pertama kali mencintai kamu….
Ini tanda cintaku untukmu suamiku….
Ia ada, karena cintaku untukmu ada…
Tuhan-pun…, berani menitipkannya padaku, karena Ia percaya, bahwa aku mampu…
Mampu, mencintai janin ini lebih dari aku mencintai kamu,
Jika kamu belum tau besarnya cintaku untukmu, maka kamu bisa menemukannya sendiri, di kegelapan malam, dimana tak ada satu bintangpun yang mampu menyinari hatimu, dan membantumu melangkah dalam sunyi…., karena aku ada….
Cinta itu ada, ketika kamu merasa terpuruk dalam suatu sudut hidup…
Suamiku….,
Aku ikhlas, ribuan caci menusuk jantungku…..
Tapi aku mohon, jangan kau ragukan cinta yang hidup dalam rahimku….
Karena ia, benar – benar berasal dari tulusnya kasihku untukmu,
Aku titipkan, separuh nyawaku untuknya….
Jika, kamu bisa menyentuhnya, namun tak dapat melihatku….
Maka, kamu tak lagi dapat merasakan cintaku untukmu, namun dapat menyentuh dan memeluknya dengan ragamu….. karena aku ada dalam nafasnya…..
Aku selalu mencintaimu….., selalu….
Jumat, 12 November 2010
Kesalahan Bahasa Jurnalistik
Bagi para penulis dan jurnalis (wartawan), bahasa adalah senjata, dan kata-kata adalah pelurunya. Mereka tidak mungkin bisa memengaruhi pikiran, suasana hati, dan gejolak pe-rasaan pembaca, pendengar, atau pemirsanya, jika tidak menguasai bahasa jurnalistik dengan baik dan benar.
Itulah sebabnya, para penulis dan jurnalis harus dibekali penguasaan yang memadai atas kosa kata, pilihan kata, kalimat, paragraf, gaya bahasa, dan etika bahasa jurnalistik.
Bahasa jurnalistik harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti tampil menarik, variatif, segar, berkarakter. Selain itu, ia juga harus senantiasa tampil ringkas dan lugas, logis, dinamis, demokratis, dan populis.
Dalam bahasa jurnalistik, setiap kata harus bermakna, bahkan harus bertenaga, dan bercita rasa. Kata bertenaga dengan cepat dapat membangkitkan daya motivasi, persuasi, fantasi, dan daya imajinasi pada benak khalayak.
Pendayagunaan kata pada dasarnya berkisar pada dua persoalan pokok. Pertama, ketepatan memilih kata untuk mengungkapkan sebuah gagasan, hal, atau barang yang akan diamanatkan. Ketepatan pilihan kata mempersoalkan kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan-gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembicara.
Ketepatan memilih kata dapat dicapai apabila kita sebagai penulis atau jurnalis menguasai dengan baik masalah etimologi, semantik, tata bahasa, ejaan, frasa, klausa, istilah, ungkapan, idiom, jargon, singkatan, akronim, peribahasa, kamus, dan ensiklopedia.
Kedua, kesesuaian atau kecocokan dalam menggunakan kata tadi. Hal ini lebih banyak dipengaruhi faktor teknis tata bahasa, faktor psikologis narasumber dan jurnalis, konteks situasi dan maksud pesan yang disampaikan, serta aspek-aspek etis, etnis, dan sosiologis khalayak pembaca, pendengar, atau pemirsa.
Menyimpang dari Kaidah
Bahasa jurnalistik atau bahasa pers, memang merupakan salah satu ragam bahasa kreatif bahasa Indonesia di samping terdapat juga ragam bahasa akademik (ilmiah), ragam bahasa bisnis, ragam bahasa filosofik, dan ragam bahasa literer (sastra).
Bahasa jurnalistik merupakan bahasa yang digunakan oleh wartawan dalam menulis karya-karyanya di media massa. Tulisan itu pun memiliki karakter yang berbeda-beda berdasarkan jenisnya.
Bahasa yang digunakan untuk menuliskan laporan investigasi tentu lebih cermat bila dibandingkan dengan yang digunakan dalam penulisan features. Ada pula gaya yang yang khas pada penulisan jurnalisme perdamaian. Yang digunakan untuk menulis berita utama (ada yang menyebut laporan utama, forum utama) juga akan berbeda dengan bahasa untuk menulis tajuk dan features.
Karena berbagai keterbatasan yang dimiliki surat kabar (ruang, waktu), bahasa jurnalistik memiliki sifat yang khas, yaitu singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, lugas, dan menarik. Kosa kata yang digunakan dalam bahasa jurnalistik mengikuti perkembangan bahasa dalam masyarakat.
Surat kabar dibaca oleh semua lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya. Maka bahasa jurnalistik harus dapat dipahami dalam ukuran intelektual minimal. Juga tidak setiap orang memiliki cukup waktu untuk membaca surat kabar, maka bahasa jurnalistik mengutamakan kemampuan untuk menyampaikan semua informasi yang dibawa kepada pembaca secepatnya dengan daya komunikasinya.
Muncul keluhan bahwa bahasa Indonesia di media massa menyimpang dari kaidah baku. Banyak ditemukan kemubaziran bahasa wartawan pada aspek gramatikal (tata bahasa), leksikal (pemilihan kosakata) dan ortografis (ejaan). Berdasarkan aspek kebahasaan,
kesalahan tertinggi yang dilakukan wartawan terdapat pada aspek gramatikal dan kesalahan terendah pada aspek ortografi. Berdasarkan jenis berita, berita olahraga memiliki frekuensi kesalahan tertinggi dan frekuensi kesalahan terendah pada berita kriminal.
Penyebab wartawan melakukan kesalahan bahasa dari faktor penulis karena minimnya penguasaan kosa kata, pengetahuan kebahasaan yang terbatas, dan kurang bertanggung jawab terhadap pemakaian bahasa, karena kebiasaan lupa dan pendidikan yang belum baik. Faktor di luar penulis, yang menyebabkan wartawan melakukan kesalahan dalam menggunakan bahasa Indonesia karena keterbatasan waktu menulis, lama kerja, banyaknya naskah yang dikoreksi, dan tidak tersedianya redaktur bahasa dalam surat kabar.
Mencerdaskan dan Memuliakan
Penyimpangan morfologis, misalnya, di mana sering terjadi pada judul berita surat kabar yang memakai kalimat aktif, yaitu pemakaian kata kerja tidak baku dengan penghilangan afiks. Afiks pada kata kerja yang berupa prefiks atau awalan dihilangkan.
Ada juga kesalahan sintaksis, yaitu berupa pemakaian tata bahasa atau struktur kalimat yang kurang benar sehingga sering mengacaukan pengertian. Hal ini disebabkan logika yang kurang bagus.
Kesalahan kosakata pun sering terjadi. Kesalahan ini sering dilakukan dengan alasan kesopanan (eufemisme) atau meminimalkan dampak buruk pemberitaan. Kesalahan ejaan hampir setiap kali dijumpai dalam surat kabar.
Yang cukup mengganggu adalah kesalahan pemenggalan. Terkesan setiap ganti garis pada setiap kolom kelihatan asal penggal saja. Kesalahan ini disebabkan pemenggalan bahasa Indonesia masih menggunakan program komputer berbahasa Inggris. Hal ini sudah bisa diantisipasi dengan program pemenggalan bahasa Indonesia.
Untuk menghindari beberapa kesalahan seperti diuraikan di atas adalah melakukan kegiatan penyuntingan baik menyangkut pemakaian kalimat, pilihan kata, dan ejaan. Selain itu, pemakai bahasa jurnalistik yang baik tercermin dari kesanggupannya menulis paragraf yang baik.
Untuk menulis paragraf yang baik tentu memerlukan persyaratan menulis kalimat yang baik pula. Paragraf yang berhasil tidak hanya lengkap pengembangannya tetapi juga menunjukkan kesatuan dalam isinya. Paragraf menjadi rusak karena penyisipan-penyisipan yang tidak bertemali dan pemasukan kalimat topik kedua atau gagasan pokok lain ke dalamnya.
Bahasa jurnalistik merupakan bahasa komunikasi massa. Dengan fungsi yang demikian itu, bahasa jurnalistik itu harus jelas dan mudah dibaca dengan tingkat ukuran intelektual minimal.
Mengacu pada JS Badudu, bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas, yaitu singkat, padat, sederhana, lugas, menarik, lancar, dan jelas. Itu mengingat surat kabar dibaca oleh semua lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya.
Demikianlah, bahasa adalah senjata seorang jurnalis, dan kata-kata adalah pelurunya. Seorang jurnalis tidak boleh menggunakan senjata untuk membunuh orang dan bahkan binatang yang tidak berdosa. Ia hanya boleh menggunakan senjata itu untuk mencerdaskan dan memuliakan masyarakat serta membela dan menjunjung tinggi kehormatan negara dan bangsa.
Itulah sebabnya, para penulis dan jurnalis harus dibekali penguasaan yang memadai atas kosa kata, pilihan kata, kalimat, paragraf, gaya bahasa, dan etika bahasa jurnalistik.
Bahasa jurnalistik harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti tampil menarik, variatif, segar, berkarakter. Selain itu, ia juga harus senantiasa tampil ringkas dan lugas, logis, dinamis, demokratis, dan populis.
Dalam bahasa jurnalistik, setiap kata harus bermakna, bahkan harus bertenaga, dan bercita rasa. Kata bertenaga dengan cepat dapat membangkitkan daya motivasi, persuasi, fantasi, dan daya imajinasi pada benak khalayak.
Pendayagunaan kata pada dasarnya berkisar pada dua persoalan pokok. Pertama, ketepatan memilih kata untuk mengungkapkan sebuah gagasan, hal, atau barang yang akan diamanatkan. Ketepatan pilihan kata mempersoalkan kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan-gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembicara.
Ketepatan memilih kata dapat dicapai apabila kita sebagai penulis atau jurnalis menguasai dengan baik masalah etimologi, semantik, tata bahasa, ejaan, frasa, klausa, istilah, ungkapan, idiom, jargon, singkatan, akronim, peribahasa, kamus, dan ensiklopedia.
Kedua, kesesuaian atau kecocokan dalam menggunakan kata tadi. Hal ini lebih banyak dipengaruhi faktor teknis tata bahasa, faktor psikologis narasumber dan jurnalis, konteks situasi dan maksud pesan yang disampaikan, serta aspek-aspek etis, etnis, dan sosiologis khalayak pembaca, pendengar, atau pemirsa.
Menyimpang dari Kaidah
Bahasa jurnalistik atau bahasa pers, memang merupakan salah satu ragam bahasa kreatif bahasa Indonesia di samping terdapat juga ragam bahasa akademik (ilmiah), ragam bahasa bisnis, ragam bahasa filosofik, dan ragam bahasa literer (sastra).
Bahasa jurnalistik merupakan bahasa yang digunakan oleh wartawan dalam menulis karya-karyanya di media massa. Tulisan itu pun memiliki karakter yang berbeda-beda berdasarkan jenisnya.
Bahasa yang digunakan untuk menuliskan laporan investigasi tentu lebih cermat bila dibandingkan dengan yang digunakan dalam penulisan features. Ada pula gaya yang yang khas pada penulisan jurnalisme perdamaian. Yang digunakan untuk menulis berita utama (ada yang menyebut laporan utama, forum utama) juga akan berbeda dengan bahasa untuk menulis tajuk dan features.
Karena berbagai keterbatasan yang dimiliki surat kabar (ruang, waktu), bahasa jurnalistik memiliki sifat yang khas, yaitu singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, lugas, dan menarik. Kosa kata yang digunakan dalam bahasa jurnalistik mengikuti perkembangan bahasa dalam masyarakat.
Surat kabar dibaca oleh semua lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya. Maka bahasa jurnalistik harus dapat dipahami dalam ukuran intelektual minimal. Juga tidak setiap orang memiliki cukup waktu untuk membaca surat kabar, maka bahasa jurnalistik mengutamakan kemampuan untuk menyampaikan semua informasi yang dibawa kepada pembaca secepatnya dengan daya komunikasinya.
Muncul keluhan bahwa bahasa Indonesia di media massa menyimpang dari kaidah baku. Banyak ditemukan kemubaziran bahasa wartawan pada aspek gramatikal (tata bahasa), leksikal (pemilihan kosakata) dan ortografis (ejaan). Berdasarkan aspek kebahasaan,
kesalahan tertinggi yang dilakukan wartawan terdapat pada aspek gramatikal dan kesalahan terendah pada aspek ortografi. Berdasarkan jenis berita, berita olahraga memiliki frekuensi kesalahan tertinggi dan frekuensi kesalahan terendah pada berita kriminal.
Penyebab wartawan melakukan kesalahan bahasa dari faktor penulis karena minimnya penguasaan kosa kata, pengetahuan kebahasaan yang terbatas, dan kurang bertanggung jawab terhadap pemakaian bahasa, karena kebiasaan lupa dan pendidikan yang belum baik. Faktor di luar penulis, yang menyebabkan wartawan melakukan kesalahan dalam menggunakan bahasa Indonesia karena keterbatasan waktu menulis, lama kerja, banyaknya naskah yang dikoreksi, dan tidak tersedianya redaktur bahasa dalam surat kabar.
Mencerdaskan dan Memuliakan
Penyimpangan morfologis, misalnya, di mana sering terjadi pada judul berita surat kabar yang memakai kalimat aktif, yaitu pemakaian kata kerja tidak baku dengan penghilangan afiks. Afiks pada kata kerja yang berupa prefiks atau awalan dihilangkan.
Ada juga kesalahan sintaksis, yaitu berupa pemakaian tata bahasa atau struktur kalimat yang kurang benar sehingga sering mengacaukan pengertian. Hal ini disebabkan logika yang kurang bagus.
Kesalahan kosakata pun sering terjadi. Kesalahan ini sering dilakukan dengan alasan kesopanan (eufemisme) atau meminimalkan dampak buruk pemberitaan. Kesalahan ejaan hampir setiap kali dijumpai dalam surat kabar.
Yang cukup mengganggu adalah kesalahan pemenggalan. Terkesan setiap ganti garis pada setiap kolom kelihatan asal penggal saja. Kesalahan ini disebabkan pemenggalan bahasa Indonesia masih menggunakan program komputer berbahasa Inggris. Hal ini sudah bisa diantisipasi dengan program pemenggalan bahasa Indonesia.
Untuk menghindari beberapa kesalahan seperti diuraikan di atas adalah melakukan kegiatan penyuntingan baik menyangkut pemakaian kalimat, pilihan kata, dan ejaan. Selain itu, pemakai bahasa jurnalistik yang baik tercermin dari kesanggupannya menulis paragraf yang baik.
Untuk menulis paragraf yang baik tentu memerlukan persyaratan menulis kalimat yang baik pula. Paragraf yang berhasil tidak hanya lengkap pengembangannya tetapi juga menunjukkan kesatuan dalam isinya. Paragraf menjadi rusak karena penyisipan-penyisipan yang tidak bertemali dan pemasukan kalimat topik kedua atau gagasan pokok lain ke dalamnya.
Bahasa jurnalistik merupakan bahasa komunikasi massa. Dengan fungsi yang demikian itu, bahasa jurnalistik itu harus jelas dan mudah dibaca dengan tingkat ukuran intelektual minimal.
Mengacu pada JS Badudu, bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas, yaitu singkat, padat, sederhana, lugas, menarik, lancar, dan jelas. Itu mengingat surat kabar dibaca oleh semua lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya.
Demikianlah, bahasa adalah senjata seorang jurnalis, dan kata-kata adalah pelurunya. Seorang jurnalis tidak boleh menggunakan senjata untuk membunuh orang dan bahkan binatang yang tidak berdosa. Ia hanya boleh menggunakan senjata itu untuk mencerdaskan dan memuliakan masyarakat serta membela dan menjunjung tinggi kehormatan negara dan bangsa.
*dikutip dari official group jurnalis indonesia
*Penulis adalah Kepala Subbid Informasi Pusat Bahasa, Depdiknas.
*Penulis adalah Kepala Subbid Informasi Pusat Bahasa, Depdiknas.
5 Langkah Seorang Penulis Berhasil
Alasan utama mengapa banyak orang teknis -- sehebat apa pun ia dalam hal teknis -- mengalami kesulitan dalam menulis adalah karena mereka tidak tahu bagaimana mulai menulis. Mereka duduk di depan mesin ketik atau dengan bolpoin di tangan mereka dan berharap dapat mengisi kertas kosong dengan tulisan; mereka tidak tahu bahwa keterampilan dalam menulis, seperti halnya keterampilan teknis lain, membutuhkan pendekatan yang sistematis.
Tulisan yang sukses bukanlah produk inspirasi, bukan juga bahasa lisan yang dituangkan dalam kertas -- tulisan yang sukses adalah hasil dari memahami bagaimana menyusun ide di atas kertas. Cara terbaik untuk memastikan keberhasilan sebuah proyek tulisan -- apakah itu surat, proposal, atau laporan resmi -- adalah dengan membagi proses penulisan menjadi lima langkah utama: persiapan, penelitian, pengorganisasian, penulisan draf, dan revisi. Pertama, lima langkah tersebut harus secara sadar diri diikuti. Sama halnya, mengoperasikan komputer, mendesain sirkuit, memerbaiki mesin, mewawancarai pelamar kerja, atau memimpin rapat dewan direksi, semua itu membutuhkan tahapan. Dengan praktik, langkah-langkah yang ada dalam setiap proses itu menjadi suatu hal yang otomatis dilakukan. Hal itu bukan berarti menyatakan bahwa menulis itu mudah; menulis tidaklah mudah. Namun, cara termudah untuk menulis -- dan satu-satunya cara untuk memastikan bahwa keterampilan menulis Anda akan mencapai tujuan penulisan -- adalah dengan menulis secara sistematis.
Berikut adalah penjelasan mengenai lima langkah utama dalam proses penulisan.
Langkah Pertama: Persiapan
Menulis, seperti halnya kebanyakan tugas teknis, membutuhkan persiapan yang bagus -- bahkan, persiapan yang cukup sama pentingnya dengan penulisan draf. Persiapan menulis terdiri dari
(1) menetapkan tujuan,
(2) mengidentifikasi pembaca, dan
(3) menentukan batasan tulisan Anda.
(1) menetapkan tujuan,
(2) mengidentifikasi pembaca, dan
(3) menentukan batasan tulisan Anda.
Menetapkan tujuan hanyalah sebatas menentukan apa yang Anda ingin agar pembaca Anda tahu atau dapat lakukan setelah mereka selesai membaca laporan atau tulisan Anda. Namun Anda harus saksama; sering kali penulis menyatakan tujuan yang terlalu luas sehingga tidak ada gunanya. Tujuan menulis seperti "Untuk melaporkan tempat-tempat yang berpotensi bagi pembangunan pabrik baru", terlalu umum dan tidak akan ada gunanya. Namun "Menghadirkan kelebihan-kelebihan Chicago, Minneapolis, dan Salt Lake City sebagai lokasi yang berpotensi bagi pembangunan pabrik baru sehingga atasan dapat memilih lokasi yang terbaik" akan memberikan Anda sebuah tujuan yang dapat menuntun Anda dalam seluruh proses penulisan.
Berikutnya adalah mengidentifikasi pembaca -- sekali lagi, hal ini juga harus dilakukan dengan saksama. Apa yang pembaca Anda perlukan berkaitan dengan subjek Anda? Apa yang pembaca sudah ketahui mengenai subjek tulisan Anda? Anda harus tahu, misalnya apakah Anda harus mendefinisikan istilah dasar atau apakah definisi seperti itu akan membosankan, atau bahkan membuat pembaca Anda merasa dihina. Apakah pembaca Anda sebenarnya adalah beberapa orang yang memiliki bidang minat dan tingkat pengetahuan teknis yang berbeda-beda? Karena target pembaca yang dinyatakan pada tujuan di paragraf sebelumnya adalah "atasan". Namun siapa saja yang termasuk dalam kategori tersebut. Apakah salah satu orang yang akan memeriksa laporan itu adalah manajer personalia? Jika ya, maka dia pastinya akan memiliki minat pada beberapa hal, seperti ketersediaan tenaga kerja yang kompeten di setiap kota, adanya kampus-kampus yang akan memberikan pelatihan bagi para karyawan, kondisi perumahan, bahkan mungkin fasilitas rekreasi. Manajer pembelian akan peduli terhadap adanya sumber-sumber material yang dibutuhkan pabrik. Manajer pemasaran akan lebih cenderung memikirkan kedekatan pabrik dengan pasar utamanya dan kondisi transportasi bagi keperluan distribusi pabrik. Wakil kepala bagian keuangan pasti akan ingin tahu mengenai biaya tanah dan bangunan, juga struktur pajak setempat. Presiden perusahaan mungkin akan tertarik dengan semua itu, dan bahkan lebih dari itu; misalnya, ia mungkin ingin tahu mengenai efisiensi perjalanan antara pabrik pusat dan pabrik yang baru.
Selain mengetahui kebutuhan dan bidang minat pembaca, Anda harus mengetahui sebanyak mungkin latar belakang mereka. Misalnya, pernahkah mereka ke tiga kota itu? Pernahkah mereka melihat laporan lain mengenai ketiga kota itu? Apakah pabrik baru ini adalah yang pertama atau pernahkah mereka memilih lokasi untuk pabrik baru sebelumnya? Akhirnya, jika pembaca Anda banyak, maka cara yang terbaik, saat Anda sudah mempelajari sebanyak mungkin apa yang mereka butuhkan dan latar belakang mereka, adalah menggabungkan semua pembaca Anda dalam pikiran Anda menjadi satu gabungan pembaca dan tujukan tulisan Anda kepada mereka. Dengan menulis seolah-olah bagi satu pembaca, Anda tidak akan dianggap menguliahi (seolah-olah Anda berbicara pada satu kelompok, bukan perorangan) dan diintimidasi oleh pembaca Anda.
Menetapkan tujuan dan mengidentifikasi pembaca akan membantu Anda memutuskan apa yang harus dan tidak harus Anda sertakan dalam tulisan Anda. Saat Anda telah membedakan apa yang penting dan tidak penting berdasarkan tujuan dan target pembaca, Anda telah menetapkan batasan proyek penulisan Anda. Jika Anda tidak menetapkan batasan tulisan dengan jelas sebelum memulai penelitian (langkah berikutnya), Anda hanya akan menghabiskan lebih banyak waktu dalam meneliti karena Anda tidak yakin jenis informasi yang Anda butuhkan, atau bahkan berapa banyak informasi yang Anda butuhkan. Misalnya, berdasar atas tujuan dan target pembaca yang telah diutarakan dalam paragraf sebelumnya, maka batasan laporan Anda mengenai lokasi pabrik akan memuat beberapa hal, seperti biaya tanah dan bangunan, tenaga kerja yang tersedia, fasilitas transportasi, kedekatan dengan sumber bahan, dan seterusnya; namun batasan Anda tidak akan memuat informasi sejarah kota yang bersangkutan atau keadaan geografis kota-kota itu (kecuali jika memang itu diperlukan bagi kepentingan bisnis Anda).
Langkah Kedua: Penelitian
Tujuan dari sebagian besar tulisan teknis adalah untuk menjelaskan sesuatu -- biasanya sesuatu yang rumit. Tulisan seperti ini tidak dapat dilakukan oleh seseorang yang tidak memahami subjek yang akan ia tulis. Cara satu-satunya untuk memastikan bahwa Anda dapat memahami dengan baik tulisan dengan subjek yang rumit adalah dengan menyusun seperangkat catatan selama penelitian Anda secara utuh dan kemudian membuat kerangka dari catatan tersebut. Ada tiga sumber informasi yang tersedia bagi Anda: perpustakaan, wawancara (kuesioner tertulis), dan wawasan Anda sendiri. Pertimbangkan ketiga sumber itu saat Anda mulai melakukan penelitian dan gunakan yang sekiranya memenuhi kebutuhan Anda. Tentu saja, jumlah penelitian yang harus Anda lakukan tergantung dari proyek Anda; untuk memo sederhana atau surat, "penelitian" Anda mungkin hanyalah mencatat semua gagasan Anda sebelum Anda mulai mengorganisasinya.
Langkah Ketiga: Pengorganisasian
Tanpa pengorganisasian, bahan-bahan yang dikumpulkan selama proses penelitian tidak akan dapat dipahami oleh pembaca Anda. Untuk melakukan pengorganisasian yang efektif, Anda harus menentukan urutan gagasan yang harus dihadirkan, yaitu Anda harus memilih metode pengembangan.
Metode pengembangan yang tepat adalah alat penulis untuk mengendalikan bahan-bahannya dan alat pembaca untuk mengikuti apa yang disajikan penulis. Subjek Anda mungkin saja dapat menjadi metode pengembangannya. Misalnya, jika Anda menyajikan instruksi menghidupkan mesin, Anda pastinya akan menyajikan langkah-langkah prosesnya secara urut. Metode seperti itu adalah metode pengembangan urutan. Jika Anda menulis tentang sejarah komputer, maka Anda akan menyajikannya dari awal sejarah sampai masa kini. Metode itu adalah metode pengembangan kronologis. Jika subjek Anda bisa menjadi metode pengembangan dalam tulisan Anda, maka gunakanlah -- jangan berusaha menerapkan metode lain pada subjek itu. Banyak metode pengembangan yang tersedia untuk orang teknis, yakni, kronologis, urutan, spasial, urutan tingkat kepentingan, perbandingan, analisa, umum-khusus, khusus-umum, dan sebab-akibat. Sebagai penulis, Anda harus memakai metode pengembangan yang paling cocok dengan subjek, pembaca, dan tujuan Anda. Setelah itu Anda siap untuk membuat kerangka tulisan.
Pembuatan kerangka membuat subjek yang luas atau rumit menjadi lebih mudah ditangani dengan memecah-mecahnya menjadi bagian-bagian yang dapat dikelola, dan hal ini memastikan tulisan Anda akan mengalir secara logis dari satu ide ke ide yang lain tanpa menghapus ide yang penting. Pembuatan kerangka juga memampukan Anda untuk menekankan poin-poin kunci Anda dengan menempatkan mereka pada posisi yang penting. Akhirnya, saat Anda memaksakan diri untuk menyusun pemikiran Anda pada tahap awal, pembuatan kerangka tulisan yang bagus akan membuat Anda untuk secara eksklusif berkonsentrasi menulis saat Anda memulai draf kasar tulisan Anda. Bahkan, jika bentuk tulisannya hanyalah sebuah surat atau memo pendek, tulisan yang berhasil memerlukan logika dan susunan yang disediakan oleh metode pengembangan dan kerangka tulisan, meskipun untuk proyek sederhana seperti itu, biasanya metode pengembangan dan kerangka tulisan tertulis bukan di kertas, namun dalam pikiran Anda.
Jika Anda berniat untuk menyertakan ilustrasi dengan tulisan Anda, saat yang bagus untuk memikirkannya adalah saat Anda telah menyelesaikan kerangka tulisan Anda -- terutama jika ilustrasinya harus dipersiapkan oleh orang lain sementara Anda menulis dan merevisi drafnya. Jika kerangka tulisan yang Anda buat agak rinci, Anda harus dapat menentukan ide-ide yang mana yang memerlukan dukungan gambar agar lebih jelas.
Langkah Keempat: Penulisan Draf
Saat Anda telah menentukan tujuan, target pembaca, dan batasan tulisan Anda, saat Anda telah melakukan penelitian secukupnya serta telah memilih metode pengembangan dan membuat kerangka tulisan, penulisan draf menjadi relatif mudah. Penulisan draf hanyalah proses penulisan dan perluasan kerangka tulisan menjadi kalimat-kalimat utama dan kemudian menjadi paragraf. Tulis draf dengan cepat, konsentrasikan seluruhnya pada pengubahan kerangka tulisan menjadi kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf. Jangan kuatirkan pengantar yang bagus kecuali jika memang itu mudah untuk dilakukan. Konsentrasi pada ide-idenya. Jangan mencoba untuk merevisi atau memperhalus kalimatnya. Jangan pedulikan aturan tata bahasa atau ejaan karena hal itu bukanlah hal yang penting dalam draf kasar. Di atas semuanya itu, tetap ingat kebutuhan dan wawasan pembaca.
Langkah Kelima: Revisi
Jika Anda telah mengikuti langkah-langkah penulisan sampai pada langkah kelima ini, Anda memegang draf tulisan yang sangat kasar, yang sama sekali tidak dapat dianggap sebagai produk jadi. Revisi adalah langkah terakhir yang harus dilakukan. Kerangka pemikiran yang berbeda diperlukan dalam merevisi; tidak sama saat Anda menulis draf kasar. Baca dan evaluasi draf dari sudut pandang pembaca. Temukan dan betulkan kesalahan, dan jujurlah. Keraslah terhadap diri sendiri demi kepentingan pembaca; jangan memanjakan diri di atas pengorbanan pembaca.
Jangan coba untuk merevisi semuanya sekaligus. Baca draf kasar tulisan Anda beberapa kali, dan cari serta betulkan kesalahan yang ada.
Periksa draf Anda berkaitan dengan keakuratan dan keutuhannya. Draf Anda harus memberikan apa yang dibutuhkan pembaca dengan tepat, namun jangan sampai membebaninya dengan informasi yang tidak perlu dan melenceng dari subjek. Jika Anda belum menulis pengantar, inilah saatnya untuk membuatnya. Pengantar yang Anda tulis harus mampu mengantar pembaca dan memberikan informasi mengenai apa yang Anda sajikan dalam isi draf; periksa draf Anda apakah sudah memenuhi hal tersebut atau belum. Pengantar Anda harus menyiratkan subjek yang Anda angkat dan menangkap perhatian pembaca.
Periksa kesatuan, kekoherenan, dan peralihan draf Anda. Jika ada kesatuan dalam draf Anda, berarti semua kalimat dalam setiap paragraf mendukung ide pokok paragraf (diekspresikan dalam kalimat utama paragraf), dan semua paragraf mendukung topik utama tulisan Anda. Jika draf itu koheren, kalimat-kalimatnya dan juga paragraf-paragrafnya mengalir mulus dari satu kalimat/paragraf ke kalimat/paragraf yang lain; hubungan antar kalimat atau paragraf jelas. Kekoherenan tercapai dengan banyak cara, namun biasanya dengan penggunaan alat-alat peralihan yang saksama dan dengan pemeliharaan kekonsistenan sudut pandang. Periksa juga draf Anda berkaitan dengan ketepatan penekanan dan subordinasi ide. Saat ini juga saat yang baik untuk Anda menyesuaikan pengungkapan ide; jika Anda menemui tempat di mana ada teralu banyak ide di sana, pilah ide-ide tersebut; sebaliknya, jika Anda menemui serangkaian ide sederhana yang diungkapkan dalam serangkaian kalimat pendek, buatlah ide-ide itu dalam beberapa kalimat yang lebih sedikit.
Periksa kejelasan draf Anda. Revisi yang telah Anda lakukan telah memberi sumbangsih besar pada kejelasan draf. Namun, periksa lagi berkaitan dengan istilah-istilah yang perlu dijelaskan bagi pembaca Anda, dan periksa juga apakah ada ambiguitas. Apakah draf Anda bebas dari kesan dibuat-buat? Apakah draf Anda bebas dari jargon yang mungkin tak dipahami pembaca (atau beberapa pembaca) Anda? Apakah ada kata-kata abstrak yang dapat digantikan dengan kata-kata yang konkret? Periksa seluruh draf Anda sehingga pemilihan katanya tepat.
Periksa gaya draf Anda. Saat Anda telah sampai pada tahap ini, pasti gaya tulisan telah jauh lebih baik, namun masih banyak yang dapat Anda lakukan. Periksa keringkasan Anda; bisakah Anda menghapus kata-kata atau frase-frase yang tak berguna -- yang beberapa penulis sebut "deadwood"? Hal seperti itu selalu mungkin untuk dilakukan, dan hal itu akan sangat bermanfaat bagi tulisan Anda (dan pembaca Anda). Buang kata-kata klise dan bahasa basi yang lain. Apakah kalimat-kalimat yang Anda gunakan adalah kalimat aktif? Khususnya dalam tulisan teknis, ada godaan besar untuk menggunakan kalimat pasif saat kalimat aktif dirasa terlalu kuat (dan juga lebih ringkas). Periksa juga struktur pararelnya. Periksa susunan kalimat dan cari cara untuk mendapatkan variasi kalimat yang lebih menarik.
Periksa juga apakah ada kejanggalan dan pemelencengan nada tulisan. Kejanggalan dan pemelencengan nada sulit ditemukan karena keduanya adalah akibat dari banyak hal, sebagian besar adalah akibat dari apa yang telah Anda lakukan dalam merevisi. Namun, cobalah untuk membaca draf Anda dengan keras (lebih baik, ada seseorang yang membacakannya untuk Anda) sambil Anda mendengarkannya seolah-olah Anda adalah pembaca. Anda akan mengetahui kejanggalan karena terdengar dipaksakan atau kikuk -- sesuatu yang tidak akan pernah Anda katakan jika Anda berbicara kepada pembaca Anda karena akan terdengar tidak alami, baik bagi Anda maupun bagi pembaca. Anda akan mengenali pemelencengan nada saat Anda mendengar kata-kata, frase-frase, atau kalimat-kalimat yang tidak cocok dengan hubungan yang ada antara Anda dan pembaca Anda. Misalnya, dalam memo untuk atasan dalam organisasi Anda, Anda akan menghindari frase atau kalimat yang kesannya menggurui. Jika pembaca Anda serius dengan subjek Anda (lebih baik diasumsikan demikian), maka jangan mencoba untuk melucu. Membenarkan nada sering kali adalah masalah mengganti sebuah kata dengan kata yang lain yang memiliki konotasi lebih cocok. Misalnya, perhatikan perbedaan nada antara "Saya bingung dengan kekerasan kepala Anda menolak rencana itu" dan "Saya bingung dengan keteguhan hati Anda menolak rencana itu". Akhirnya, periksa perlahan dan saksama mengenai masalah tata bahasa, tanda baca, dan hal-hal mekanis (ejaan, singkatan, huruf besar, dll.) dan format. (t/Dian)
Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
| Judul buku | : | Handbook of Technical Writing |
| Judul bab | : | Five Steps to Successful Writing |
| Penulis | : | Charles T. Brusaw, Gerald J. Alred, dan Walter E. Oliu |
| Penerbit | : | St. Martin`s Press, New York 1976 |
| Halaman | : | XIII -- XIX |
Rabu, 10 November 2010
Aku Hampir Kehilangan Calon Bayiku, karena tindakan bodohku....
7 November 2010
At 04.00 WIB
Salahku…… semua salahku ….!
Padahal, dalam rahimku, ada yang bisa dengan tiba – tiba lenyap, meninggalkan kepiluan. Ya… buah hatiku, yang kini sedang bertumbuh kembang dalam rahimku, hampir saja aku bunuh, hanya karena ke-egoisanku, sampai-sampai tak aku perdulikan, bagaimana keadaannya….
Masih bisa ku rasakan, getaran dalam setiap urat nadiku…., melihat hampir 600 ML darah yang mengalir, menyusuri paha dan kaki-ku, tak pelak tubuhku hampir saja limbung, melihat gumpalan darah meyerupai daging segar, Ya Allah…. Jangan sampai itu buah hatiku……, suamiku teriak-teriak histeris melihat darah yang terus mengalir, “Ya Allah, anak gue….jangan Ya Allah….., aduh de’ sakit gak…? Perutnya sakit gak..? apa yang dirasain…?” aku terduduk lemas…. Tak kurasakan sakit sedikitpun disekitar perutku, tempat buah hatiku berlindung, aku sudah seperti orang yang kehilangan kesadaran, saat aku mencoba bangkit dari tempat tidur, kembali darah itu mengalir, suamiku makin menjerit histeris…. Aku tak dapat menahan air mataku, aku takut, terjadi sesuatu apapun menimpa buah hatiku yang pertama, hasil pernikahanku dengan suamiku yang sangat ku cintai.
Suamiku bergegas turun, ke lantai 1, menuju ruangan bundanya, ia sudah tidak sanggup berfikir, apa yang mesti ia lakukan demi menyelamatkan aku dan calon bayi-nya. Dengan wajah linglung, aku turun, dan disuguhkan air the hangat, jam 4.30 WIB, suamiku langsung mengajakku untuk pergi ke bidan terdekat, ia tak perduli harus membangunkan warga sekampung sekalipun.
Sampai bidan, dengan perasaan tak enak hati, aku beranikan diri untuk menekan bel, benar saja, ulahku dan suami, membangunkan seisi rumah bidan tersebut, kami langsung disambut dengan seorang bidan kira – kira berusia 46 – 50 thn,
“ada yang bisa dibantu…?”
Aku terdiam, bibirku terasa terkunci
“kenapa…? Keram…? Flek…”
“aku pendarahan buu, tapi gak mules”
Lalu aku dipandu menuju ruangan periksa, diruangan itu, aku harus membuka separuh pakaian bagian bawahku, lalu sang bidan, memeriksa perutku dengan alat Doppler , ingin menangis saja aku rasanya, sebulan yang lalu, detak jantung janinku sangat kencang, 2x lebih kencang daripada normal, betapa bahagianya aku hari itu, tapi hari ini, Ya Allah, nyaris tak terdengar…. Ditambah lagi ucapan bidan “harus USG, untuk memastikan bisa dipertahankan atau tidak, semoga kami disini tak perlu mengambil tindakan kuret”
Betapa bencinya aku pada diriku sendiri saat itu, betapa bodohnya aku ini, aku hampir membunuh bayiku sendiri…jika sesuatu terjadi pada calon bayiku, aku mungkin tak dapat memaafkan diriku sendiri. Setelah bidan membuatkan surat ijin bed rest untuk kantorku dan surat rujuk USG ke RSUD Cengkareng, aku dan suami pulang dengan penuh kepiluan.
Suamiku memutuskan, untuk memaksa agar aku mau tidur di lt.1, karena ia khawatir aku akan naik-turun tangga hanya untuk sekedar buang air kecil. Aku tak sabar menunggu esok pagi, untuk melakukan USG, aku sangat ingin tahu bagaimana kondisi calon bayiku, sementara darah masih keluar memenuhi pembalut yang sengaja aku pakai untuk mengontrol kondisi ku.
****
8 November 2010
At 10.00 WIB
Tanpa buang-buang waktu, aku dan suami bergegas menuju RSUD Cengkareng, untuk melakukan USG, betapa repotnya orang yang mau berobat, harus daftar, buat kartu pasien, mencari-cari poli yang akan dituju, bayar lagi biaya pendaftaran, dan akhirnya menunggu dipanggil, gimana ya ceritanya kalau orang yang mau berobat itu udah sekarat..??? susah sekali untuk hidup sehat, dari situ bisa diambil pelajaran penting “MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI”
Setelah beberapa lama aku dan suami menunggu, tiba giliran namaku dipanggil untuk masuk ke ruangan poli kebidanan, bertemu dengan Dr. Prahardi Raharjo. SPOg (kalau gak salah). Stelah di USG, aku bisa melihat calon bayiku di monitor, subhanallah, rasanya sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata, aku sangat bahagia, lebih bahagia dibanding ketika pertama kali mencintai suamiku.
Aku bisa melihat calon bayiku bergerak, meski perlahan, dan denyut jantung yg berdenyut meski perlahan, subhanallah…. Terimakasih Ya Allah… telah mempercayakan kehidupan dalam rahimku….
Dokter hanya berkata “gak apa-apa…. Cuma gejala keguguran”
Whattttt…..????? Cuma..??? tau gak sich thu dokter, aku dan suami udah bener-bener mau pingsan, ketika kami dengar denyut jantungnya melemah. Namun semua itu terbayar, ketika dapat ku lihat, gambar samar calon bayiku…. Aku sangat takut kehilangan bayiku….., tapi Alhamdulillah, Allah masih berkenan menitipkannya padaku dan suamiku….
Mulai dari hari itu, aku berjanji, akan menjaga calon bayiku, meskipun harus merelakan nyawaku sekalipun….
Love u my little Krishna…….
Rabu, 27 Oktober 2010
PENGERTIAN DAN PANDUAN TEKNIK MENULIS MAKALAH/KARYA TULIS
Bagi kamu yang masih sebagai pelajar di tingkat sekolah menengah ataupun perguruan tinggi pasti tidak asing lagi dengan tugas menyusun makalah, sebelum menyusun makalah bagi yang masih duduk di tingkat menengah pastinya diajarkan dulu teknik menyusun makalah, tapi bagi yang sudah duduk dibangku perguruan tinggi terkadang oleh dosennya langsung disuruh membuat makalah tanpa di berikan petunjuk dalam menulis makalah, mungkin dosen beralasan bahwa dulunya waktu masih duduk di bangku sekolah menengah sudah diajarkan, tapi kan tidak semua orang selalu ingat dengan semua materi yang diajarkan di sekolah menengah, nah bagi kamu yang rada rada tidak ingat dengan teknik menyusun makalah, di bawah ini ada teknik penulisan makalah, dan juga tentang pengertian makalah, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan.
Pengertian makalah
tentang pengertian makalah mungkin di sekolah sudah dijelaskan, tapi tidak ada salahnya saya tulis lagi, Makalah adalah salah satu jenis karya tulis ilmiah yang membahasa tentang suatu tema tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu perkuliahan. Makalah ini umumnya merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan suatu tugas mata kuliah, makalah dapat berupa kajian pustaka ataupun dapa juga berupa hasil kegiatan di lapangan.
A. Langkah-langkah Penulisan Makalah
Dalam pembuatan/ menyusun makalah, perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Mempelajari/ menganalisa topik yang akan ditulis
2) Menyusun pola pikir, meliputi :
a) Pokok masalah dalam topik.
b) Menentukan tujuan dan ruang lingkup.
3) Pengumpulan bahan-bahan materi (referensi)
4) Menulis/ menyusun makalah dituntut :
a. Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
b. Susunan kalimat yang mudah dipahami.
b) Rangkaian uraian yang berkaitan.
c) Singkat, padat, tegas, dan jelas dalam uraian.
d) Menulis/ menyusun makalah secara “tidak bombastis”, banyak atau panjang kalimatnya tanpa isi yang jelas
B. Sistematika Penulisan Makalah
Untuk mendukung terhadap penyusunan makalah yang baik, maka Makalah hendaknya disesuaikan dengan sistematika sebagai berikut :
1) Lembar Judul , memuat:
a) Judul Makalah
b) Nama, NIM
c) Nama dan Tempat Perguruan Tinggi
d) Tahun
2) Lembar Pengesahan
— Lihat Contoh Lembar Pengesahan
3) Kata Pengantar
4) Daftar Isi
5) Daftar Gambar
(jika ada)
6) Daftar Tabel
(jika ada)
7) Batang Tubuh Makalah , terdiri dari :
a) Pendahuluan
Pendahuluan berisi pengantar ke permasalahan pokok yang memberikan
gambaran tentang batasan dan tujuan penulisan.
Isi pendahuluan + 15 %.
Bab ini dibagi dalam 3 Sub Bab sebagai berikut :
(1) Latar Belakang
Memberikan penjelasan tentang manfaat/ pentingnya timbulnya Judul/ Topik
untuk dibahas.
(2) Ruang Lingkup
Memberikan penjelasan tentang ruang lingkup permasalahan yang rnenjadi batasan pembahasan.
(3) Maksud dan Tujuan Penulisan
Memberikan penjelasan tentang maksud penulisan makalah dan tujuan berisi tentang hal yang diinginkan pada penulisan makalah, sesuai dengan konteks permasalahan yang akan dibahas.
b) Pembahasan ( ditulis topiknya )
Pembahasan merupakan isi dari makalah, berupa uraian yang relevan dengan ruang lingkup.
Isi pembahasan +75%, dengan pembagian meliputi :
(1) Uraian yang membahas pemecahan masalah sesuai dengan lsi topik.
(2) Dalam menguraikan pembahasan ini dapat menggunakan bahan referensi yang resmi.
(3) Bila mungkin dapat memuat f aktor-faktor penentu (faktor pendukung dan f aktor penghambat).
(4) Pada dasarnya uraian tersebut adalah untuk menjawab permasalahan dengan alternatif pemecahan masalah.
c) Penutup
Pada bab yang terakhir ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang pada dasarnya merupakan penegasan inti makalah yang dirumuskan dengan jelas, singkat, dan tegas.
Isi penutup + 10%.
(1) Kesimpulan
Berisi jawaban dan permasalahan dalam bentuk resume atau ikhtisar dari permasalahan.
(2) Saran
Saran yang dim aksud di sini, merupakan usul atau pendapat dari penulis yang mengacu pada materi pembahasan. Hendaknya dikemukakan secara jelas dan kemungkinan dapat dilaksanakan.
d) Daftar Pustaka
Merupakan acuan dalam penulisan makalah baik dari buku, surat kabar, internet, dan sumber tertulis lainnya.
Contoh penulisan daftar pustaka :
Sunarto, Perpajakan, BPFE Universitas Taman Siswa Yogyakarta dan Air printing, Yogyakarta: 2OO2.
e) Lampiran-lampiran
C. Teknik Penomoran
Teknik yang digunakan dalam penomoran bab dan bagian -bagiannya adalah sebagai berikut:
I _______________________ (Bab)
A _______________________ (Judul)
1. _______________________ (Sub Judul )
a. _______________________ (Sub SubJudul)
1) _______________________ (dst)
a) _______________________ (dst)
Teknik Kutipan
Kutipan berfungsi sebagai pendukung penulisan makalah.
1) Kutipan Tidak Langsung
adalah kutipan dengan mengambil pendapat/ uraian dari buku/ sumber lain yang penyajiann ya dengan bahasan sendiri.
Contoh :
Sehingga ada 3 kategori pembagian barang dan jasa menurut hubungannya yaitu barang komplementer, barang subtitusi, dan barang bebas.
2) Kutipan Langsung
Yang dimaksud kutipan langsung adalah kutipan dari buku atau tulisan yang harus sama dengan aslinya baik dengan susunan kata-katanya maupun tanda bacanya. Kutipan yang panjangnya 5 (lima) baris atau lebih, diketik ber spasi 1 (satu) dengan mengosongkan lima ketik dari garis batas / margin sebelah kiri dengan tidak diberi tanda kutip.
Contoh :
Menurut Sunarto, dalam bukunya berjudul Perpajakan (2002:46), yang dimaksud dengan Objek pajak adalah Penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari indonesia maupun dari luar indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kelkayaan wajib pajak ynag
bersangkutan , dengan nama dan dalam bentuk apapun.
D. Format Ukuran Kertas dan Sampul
a. Kertas : A4 80 gram
b. Sampul : Kertas Buffalo warna Kuning
c. Font : Arial
d. Size : 11
e. Spasi : 1,5
f. Margin
- Atas : 4 cm
- Kiri : 4 cm
- Bawah : 3 cm
- Kanan : 3 cm
g. Makalah ditulis minimal 10 halaman belum termasuk halaman Judul, Lampiran, dan Daftar Pustaka.
h. Nomor Halaman
- Letak di kanan atas
- Angka i,ii,iii,dst. Mulai dari kata pengantar sampai dengan sebelum Bab Pendahuluan.
- Angka 1,2,dst. Mulai dari Pendahuluan sampai dengan akhir
Contoh halaman pengesahan
PENGESAHAN
Laporan makalah Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Remaja disusun oleh :
Nama : Paijo
Nim : 028167
Berdasarkan hasil bimbingan oleh dosen pembimbing sejak tanggal 17 – 23 September 2008.
Disetujui oleh :
Dosen Pembimbing,
Tanggal:…………………..
__________________
Contoh Halaman Sampul
BAHAYA ROKOK BAGI KESEHATAN REMAJA
LOGO KAMPUS
Nama : PAIJO
NIM : 028167
FAKULTAS …….
UNIVERSITAS . . . . .
KOTA
TAHUN
Selasa, 26 Oktober 2010
SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN KEMAJUAN PERUSAHAAN
Pada era globalisasi saat ini, sulit bagi sebuah perusaahaan dapat bertahan menghadapi perkembangan – perkembangan ekonomi yang serba mendadak, ditambah pengaruh budaya asing yang masuk ke pasaran Indonesia, perusahaan – perusahaan kecil makin sulit untuk bertahan. Dengan kondisi yang demikian, pemilik perusahaan dituntut untuk selalu berfikir kreatif dan inovatif dalam mengembangkan segala produk ataupun jasa yang dihasilkannya.
Tidak saja hanya modal dan investasi secara material yang di butuhkan untuk memajukan sebuah perusahaan, investasi berupa Sumber Daya Manusia – pun ikut mendukung gerak laju perusahaan untuk mencapai target yang hendak di capai.
Sebab memang semua yang berhubungan dengan Sumber Daya Manusia / SDM merupakan masalah yang tidak gampang, untuk itu sering ditemukan di berbagai bidang dan divisi masalah yang berhubungan dengan SDM.
Masalah - masalah yang sering timbul antara lain:
- Karyawan yang kurang mempunyai motivasi kerja
- Tidak mempunyai arah yang jelas
- Tidak ada semangat kerja
- Ogah - ogahan, dan lain - lain yang tentunya negative
Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) berkualitas dibutuhkan untuk memajukan perusahaannya. Terlebih kondisi global saat ini membuat banyak perusahaan yang tumbang. Salah satu faktornya adalah SDM yang tidak mumpuni dan mampu bertahan terhadap goncangan dan pengaruh dari luar perusahaan.
Memberikan yang terbaik untuk masa depan perusahaan
Mereka yang mengerti pokok permasalahan, bisa berpikir dingin, berusaha terus mencari jawaban yang akhirnya mereka menemukan jawabannya.
Secara umum ini bersangkutan dengan visi yang sama. Apakah Anda pernah melakukan deklarasi arah perusahaan Anda, atau arah ke mana Anda ingin mengajak rekan2 kerja Anda untuk melangkah? Jika belum pernah, bisa jadi mereka memang perlu sosok yang memberikan sebuah tujuan kepada mereka. Sesuaikan visi - misi Anda dengan kondisi sekarang, apakah relevan atau tidak.
Secara umum ini bersangkutan dengan visi yang sama. Apakah Anda pernah melakukan deklarasi arah perusahaan Anda, atau arah ke mana Anda ingin mengajak rekan2 kerja Anda untuk melangkah? Jika belum pernah, bisa jadi mereka memang perlu sosok yang memberikan sebuah tujuan kepada mereka. Sesuaikan visi - misi Anda dengan kondisi sekarang, apakah relevan atau tidak.
berikut, beberapa hal yang bisa dilakukan, untuk kepentingan perusahaan,
- Adakan forum terbuka mengenai permasalahan yang Anda hadapi, sesuaikan dengan visi - misi perusahaan
- Adakan training secara berkala. Ada bidang2 tertentu yang memang harus rutin untuk urusan training, misal marketing dan sales, customer service, dan lain - lain
- Tanyakan pendapat mereka tentang kepuasan kerja selama ini, masukan pribadi mereka tentang perusahaan, gaji, dll segala unek- unek mereka. Tampung, dan kemudian samakan visi dengan perusahaan dengan cara hidupkan ke dalam kebiasaan kerja (budaya perusahaan).
- Pastikan Anda tidak bekerja dengan orang yang tidak tepat. Dengan cara mereka bekerja dengan baik sesuai jobdesk yang mereka pegang, dan berdasarkan tanggung jawab mereka.
Manfaat Seminar untuk bisnis anda.
Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, dibutuhkan metode unik dan menarik. Ini bisa dicapai dengan proses coaching seperti yang dilakukan oleh seminar – seminar bisnis yang sering di selenggarakan dari berbagai macam Training & Education di Jakarta. Seperti salah satu Trainer Penjualan tingkat atas dan Pembicara terbaik di Indonesia saat ini, James Gwee dengan perusahaan Training-nya yang bernama ACADEMIA Education & Training. info lengkap disini
Siapakah James Gwee.....?
James Gwee, MBA adalah Direktur Academia Pendidikan & Pelatihan dan perusahaan konsultasi yang berbasis di Singapura.
Keahliannya terletak di bidang Penjualan, Motivasi, Service Excellence, Leadership, Manajerial Keterampilan, Team Building, dan Pengembangan Pribadi.
Meskipun berbasis di Singapura, James mempunyai pengalaman yang luas melakukan pelatihan untuk indonesia, setelah melakukan lebih dari 1.200 In-House Training selama lebih dari 800 organisasi di Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 200.000 orang telah menghadiri seminar publiknya. Kliennya mencakup spektrum dunia bisnis, termasuk perbankan, wisata asuransi, & travel, real estate, pengembang, manufaktur, transportasi, rumah sakit, Telekomunikasi dan bahkan utilitas umum.
Contoh seminar sukses yang telah selenggarakannya adalah, yang baru – baru ini di adakan oleh GBI Pamulang pada tanggal 9 Oktober 2010.
Walaupun topik ini “Sukses Tanpa Modal”, dalam Seminar Sukses, James Gwee menginspirasi penonton dengan menjelaskan bahwa banyak orang memiliki persepsi yang salah bahwa “Modal” hanya merujuk kepada “modal uang”. Hal ini karena kesalahan persepsi mereka bahwa mereka merasa bahwa karena mereka kurang “modal uang”, tidak ada banyak yang bisa mereka lakukan. Namun, ada banyak lain “modal” yang diperlukan bagi seseorang untuk berhasil, baca selengkapnya disini
Seminar bisa Anda dapatkan dimana- mana. Di banyak kota di Indonesia , seminar telah semakin berkembang, mengingat orang- orang semakin mengerti bahwa sarana ini memang bisa menjawab masalah mereka. Tapi hati- hati dalam memilih seminar yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Seminar kebanyakan biasanya harganya berkisar ratusan hingga belasan juta sekali datang.
James Gwee bisa dikatakan salah satu trainer yang bisa diandalkan dalam hal ini.
Apalagi jika seminarnya bisa menyesuaikan waktu dengan Anda, kapan Anda bisa seminar, maka saat itu seminar diadakan.
Seminar kebanyakan biasanya harganya berkisar ratusan hingga belasan juta sekali datang.
James Gwee bisa dikatakan salah satu trainer yang bisa diandalkan dalam hal ini.
Apalagi jika seminarnya bisa menyesuaikan waktu dengan Anda, kapan Anda bisa seminar, maka saat itu seminar diadakan.
So, untuk keuntungan bisnis perusahaan serta eksistensinya, cobalah perubahan mulai dari Sumber Daya Manusia yang anda miliki, karena semangat dan etos kerja yang tinggi adalah permulaan dari sebuah perusahaan yang sukses.
untuk informasi seminar James Gwee yang terbaru, silahkan mengunjungi website-nya di
*dikutip dari berbagai sumber
Langganan:
Postingan (Atom)










